Chapter 4: Word Magic
‘Kalo ga salah.. Asbit Plateau itu ada di sebelah timur dari sini.’
Hiiro mulai berjalan ke
arah Asbit Plateau sambil mengingat gambar “Lucky Herb” yang
ditunjukkan tadi di Guild. Sesampainya disana, Hiiro mulai mencarinya.
Setelah berjalan beberapa saat di sana, dia menemukannya dengan mudah. Tanaman itu terlihat tepat seperti yang ada di gambar.
Tanamannya kecil,
terdapat kuncup putih dan tumbuh di semua tempat(TLnote: ga tau mau
gimanain, inggrisnya sih “Growing All Around”).
‘Anak kecil juga bisa ngejalanin quest ini aih.’ Gumam Hiiro.
Tempat ini cukut dekat
ke kota dan tanaman ini juga bisa dikumpulkan dengan mudah karena di
satu tempat, terdapat beberapa tanaman ini. Tugas yang mudah, bahkan
buat pemula sekalipun.
‘ga ada siapa-siapa disini.’
Melihat sekitarnya,
Hiiro mengkonfirmasi tidak ada siapa-siapa selain dia disana. Lalu ia
membaca <> dan melihat ke kolom <> yang tertulis disana,
lalu menyentuhnya dengan lembut dengan jarinya. Setelah itu, panel yang
ada berubah dan menunjukkan penjelasan <>.
‘Jadi, penjelasan bakalan muncul kalo aku ngekliknya. Ini beneran kaya game’
Hiiro tidak cukup hanya
dengan membaca penjelasan yang ada. Dia mau mencoba sihirnya disini.
Kalo mungkin, dia lebih suka tidak menunjukkan sihir uniknya pada
siapapun, karena dia takut dia bakal kembali ke tempat raja kalau
ketahuan.
‘ya.., itu sih bergantung sama sihir ini itu sihir yang kaya gimana.’
Jika semua sihir unik benar-benar sangat kuat, mungkin saja hal yang ditakutinya menjadi kenyataan.
Selain itu, salah satu
hal penting adalah mengerti sihir yang dimiliki sesuai dengan penjelasan
peramal tadi. Jadi mau tidak mau Hiiro harus mengetahui lebih dalam
tentang sihirnya.
Tapi dia tidak
bermaksud gegabah, karena ada kemungkinan <> untuk setiap sihir
unik. Hiiro memang ingin tahu seperti apa sihirnya, tapi dia masih belum
mau mati.
<> MP cost : 30
Bayangkan tenaga
sihir berkumpul di jarimu dan tulis sebuah kata. Effek akan sesuai
dengan maksud kata yang dituliskan. Ini adalah sihir unik dengan
kekuatan yang luar biasa untuk menangkap dan memutarbalikkan konsep yang
ada. <>memungkinkan sihir dengan 1 kata berturut-turut. Sihir ini
pernah sekali ?%&GR!&%*#*
Untuk beberapa alasan
bagian akhirnya error dan tidak bisa terbaca, Hiiro merasa terganggu
karena itu. Tapi dia masih bisa mengerti dasar dari sihir ini. Tapi dia
tetap belum tahu apakah itu benar kecuali ia mencoba sihirnya.
‘Jadi ini yang disebut Word Magic. Waktunya mencoba’
Ia lalu mengambil nafas
dalam-dalam dan mengkonsentrasi tenaga sihirnya ke jari telunjuknya
sama dengan yang dilakukan oleh peramal. Sebelumnya itu membutuhkan
beberapa waktu untuk berhasil, tapi sekarang, dipercobaan kedua, jarinya
bercahaya oleh tenaga sihirnya dengan mulus.
‘Kata yah.. apa semuanya bisa? Ya udah, aku coba ini.. karena ini mewujudkan kata jadi harusnya..’
Dia lalu menulis di tanah dengan jarinya. Pada saat itu,
polanya mengeluarkan cahaya. Dia lalu menulis kanji “Keras” sambil
mengimajinasikan tanahnya mengeras. Menurutnya lebih mudah berimajinasi
dengan kanji.
Dan sat ia mengatakan
<> di pikirannya, tenaga sihir dari kata lalu mengalir menuju
tanah sambil membuat suara mendesis dan sesuatu yang seperti korsleting.
‘Apakah berhasil?’
Dia lalu memukul tanah
untuk mengetesnya. Tanahnya berubah keras. Benar-benar keras. Seperti
tanah ini terkonsentrasi di satu tempat. Padahal beberapa saat yang
lalu, tanah ini adalah lumpur. Dia lalu berjalan di sekitar tempat itu,
untuk ngecek jarak dari sihirnya.
Clonk Clonk Clong… Spat.
Tanah yang mengeras ternyata ada 6,5 m2
lebarnya dari tempat ia menggunakan sihirnya. Kata yang bersinarnya pun
menghilang. Untung baginya karena kata yang ia tulis tidak meninggalkan
bekas. Karena itu bisa membuat sihirnya ketahuan.
Lalu Hiiro mengembalikannya dengan kanji “Asal”. Korsleting pun terjadi lagi dan tanah kembali ke keadaan semulanya.
‘Ini… kayanya sedikit
OP(overpower, terlalu kuat, TLnote: kaya lvl 1 ngelawan lvl 100, yang
lvl 100 dia itu OP) dari yang aku kira.’
Hiiro sadar tentang
potensial yang dimiliki oleh sihirnya. Sihir yang menahan dan
memutarbalikkan konsep yang ada. Itu berarti mempengaruhi segalanya dengan satu kata.
Buat contoh, jika Hiiro
memberi “Lucky Herbs” disini efek dari kata “layu”, maka mereka akan
layu. Jika ia memberi batu efek dari “membelah”, maka batu itu akan
membelah jadi dua.
‘Ini bisa mengubah semua fenomena yang ada.. selain itu.’
Dengan pikiran seperti
itu, dia mencoba mengkonsentrasikan sihir di jarinya sekali lagi dan
menulis kata lain di tanah. Setelah itu api tiba-tiba ada dan membakar
rumput disana. Kata yang dia tulis adalah “Api”. Tapi, sekarang efeknya
berhenti setelah 1 menit.
‘Membuat sesuatu dari ketidakadaan… kayanya aku dapat sihir yang hebat’
Dia mengeluarkan nafas
sambil terkagum-kagum, mengetahui sihir uniknya menyimpan kekuatan yang
lebih besar dari yang ia bayangkan.
Tetap, dia senang tentang kegunaan sihir ini. Dia bisa hidup disini tanpa masalah. Sihir kuat memang berguna.
‘Tapi aku harus ga boleh lupa kalau aku masih belum menguasai sihir ini. bagian dari teks penjelasan yang error itu dan mengingat outputnya…’
Dia memanggil kembali <>.
Okamura Hiiro
Lvl 1
HP 24/24
MP 30/120
EXP 0
NEXT 10
ATK 13
DEF 8
AGI 27
HIT 11
INT 17
<> Tidak Beratribut
<> Word Magic (Single Chain Unlocked)
<> Innocent Bystander, World Traveller, Word Master
‘Bener kan.. ngegunain sihir Itu ngegunain MP.’
MP maksimalnya adalah
120 dan sekarang MPnya tinggal 30. Hiiro sudah menggunakan sihirnya 3
kali, jadi itu makan 30 MP sekali pakai, sama seperti yang ada
dideskripsi.
Dia tidak bisa
membandingkan dengan sihir lain, tapi konsumsi MP nya lumayan tinggi. MP
nya memang tinggi karena effek dari World Traveller, atau itu yang dia
dengar.
MP 3 digit
nomer(ratusan) untuk lvl 1 itu sudah sangat hebat, tidak terbayangkan.
MP nya seharusnya punya jumlah yang sama dengan HP nya. Dan pemakaian
sihir pemula seharusnya sebanding dengan itu.
Di semua game yang udah
Hiiro mainkan, belum pernah ada sihir yang memakan 30 MP di awal.
Faktanya, kekuatan dari sihir/effek sihir, dan pemakaian MP, naik sesuai
dengan lvl yang dimiliki.
‘Aku çuma bisa menggunakan sihir ini 4 kali dengan MP ku yang sekarang. Aku perlu naik level dengan cepat’
Setidaknya, semakin
sering kamu menggunakan sihir, semakin baik. Apalagi dengan sihir
berkekuatan luar biasa seperti <> miliknya.
‘Oke, aku sudah mengerti sihir ini. waktunya membawa tanaman-tanaman ini ke Guild’
Dia kembali ke kota
dengan tas penuh dengan Lucky herb. Itu sudah wajar kalau diserang oleh
monster di sepanjang jalan, tapi sepertinya ia sedang beruntung, ia
sampai ke kota tanpa insiden apapun.
Lalu, ia langsung menuju Guild untuk menyelesaikan quest.
“Persilahkan saya memferifikasi quest anda, Hiiro Okamura-sama. Anda menerima quest tingkat F: ”Panen Lucky Herb” tolong tunjukkan saya tanaman yang ada kumpulkan.”
Dikatakan seperti itu oleh wanita di counter, Hiiro lalu menaruh “Lucky Herb” dari kantung yang berbobot besar.
“…Oke, itu semua ada 22 ikat. Hadiah anda adalah 7700 Rigin totalnya. Tolong berikan saya kartu anda.”
Saat ia menyerahkan
kartunya, wanita itu membawanya ke suatu tempat. Setelah itu, ia kembali
sambil mengembalikkan kartunya. Ia melihat lagi mata uang yang ada di
kartu, jumlah yang sebelumnya 0 berubah menjadi 7700.
“Quest sudah selesai. Kerja bagus.”
Wanita itu menundukkan
kepalanya dengan sopan dan menunjukkan senyum bisnis seperti biasa.
Hiiro memberi anggukan kecil lalu meninggalkan bangunan Guild.
‘Bagus. Aku punya uang sekarang. Kayanya aku makan dulu. Aku masih belum makan apapun semenjak aku datang ke sini.’
Ia bertanya pada
penduduk kota tantang restoran. <> adalah kota besar dengan tembok
di pinggir-pinggir kota. Kota ini dibagi menjadi perdagangan,
pengrajin, hiburan dan distrik perumahan dimana banyak orang tinggal.
Ukuran setiap distrik lumayan besar, itu seperti berbagai kota yang disatukan menjadi satu.
Hiiro pergi ke distrik
perdagangan untuk mencari restoran. Saat ia memasuki restoran yang ia
temukan, itu ternyata restoran yang menyajikan masakan dengan bahan
dasar ikan. Dia tidak benci ikan, jadi dia memilih untuk untuk makan
disini dan mengecek menu yang ada.
Tapi seperti yang
diperkirakan, dia tidak mengerti arti dari nama makanan yang ada di
menu. Karena itu, dia memesan yang disarankan, karena dia tidak
mengerti.
“Okay~ satu porsi Addicting Seafood Noodles(Mi seafood adiktif)! Tolong tunggu sebentar.”
Pelayan dengan riang
mengambil pesanannya. Sambil dia menunggu, dia mengecek <> lagi.
Ia menyadari MPnya pulih menjadi 40 yang asalnya 30 karena menggunakan
<> tiga kali.
Itu pasti pulih saat
dia beristirahat, sama seperti stamina. Tapi kecepatan pemulihannya
sangat lambat karena cuma memulihkan 10 MP selama 1 jam saat terakhir
kali dia menggunakan sihir tadi.
‘Ya… bukan beristirahat sih, aku Cuma berjalan di kota tanpa menggunakan MP.’
Jika dia beristirahat dalam arti yang sebenarnya,
yaitu tidur, maka kecepatan pemulihannya akan berbeda. Sambil
memikirkan itu, makanannya pun tiba.
Mi seafood yang
berenang-renang di mangkuk ramen. Itu penuh dengan telur ikan yang
sperti telur ikan salmon, sesuatu seperti udang dan rumput laut ada
dimangkuk itu juga. Dia mengambil sumpitnya dan mengaduk isi mangkuk
itu.
Saat melakukannya,
tercium aroma harum yang membuat dia ngiler. Dalam sekejap, perutnya
melaporkan lapar dengan mengeluarkan suara. Tak tahan, dia lalu
mengambil sesuatu yang sepertu sirip ikan hiu.
“OHHH!!”
Dia tidak bisa menahan
suaranya. Siripnya terbumbui dengan sempurna dan rasa ikannya menyebar
di dalam mulutnya. Makanan ini rasa dan aromanya sangat enak hingga ia
menginginkannya kembali.
Lalu dia meminum
kaldunya dengan sendok. Kaldunya terletak terpisah dengan mienya.
Kaldunya itu sangat enak. Kaldu dengan seafoodnya bersifat adiktif
sehingga ia meminumnya sekali teguk tanpa menghiraukan sekitar. Makanan
ini sangat enak, bukan.. super enak.
Selanjutnya dia mencoba
mienya. Jika dilihat lebih dekat, sesuatu seperti biji-bijian ada
disitu. Dengan satu suap, rasa khas laut menyerang seleranya. Ikan
giling juga ada di dalam mie. Benar-benar mie seafood.
‘Yeah, nama adiktifnya itu bukan Cuma sekedar tampilan.’
Dia menyelesaikan
makanannya dalam beberapa menit. Sebenarnya ia ingin memesan 2 -3
mangkuk lagi, tapi dia menahannya meilhat keadaan ekonominya sekarang.
Tapi tetep 450 Rigin untuk makanan itu, benar-benar sangat murah.
Setelah perutnya penuh, dia mencari penginapan dan memikirkan rencana
untuk ke depannya. Tapi untuk sekarang, dia harus menaikkan level dan
mengumpulkan uang.

0 komentar:
Posting Komentar